jessica kumala wongso

Tafsir psikolog atas gerak-gerik Jessica Wongso

Sidang masalah pembunuhan Wayan Mirna Salihin kembali di gelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, hari ini. Sidang mendatangkan saksi pakar bagian psikologi klinis, Antonia Ratih Andjayani.

Hadirnya saksi Antonia pernah dipertanyakan kuasa hukum Jessica Kumolo Wongso, Otto Hasibuan. Menurut Otto, saksi Antonia tak berdiri sendiri lantaran terlebih dulu pernah turut dalam step penyidikan. Otto cemas, kesaksian Antonia sedikit banyak berpihak ke polisi.

Tetapi menurut Jaksa, waktu itu Antonia tak dalam kemampuan untuk menyidik tetapi disuruh untuk lakukan observasi.

Pada akhirnya majelis hakim mengambil keputusan menampik keberatan pengacara serta memohon Antonia meneruskan keterangannya.

Dalam keterangannya, Antonia memaparkan gerak-gerik Jessica sepanjang menanti Mirna di kafe Olivier. Dari gambar yang diliat di CCTV, kata dia, gerak-gerik Jessica tak umum. Gerak-gerik yang tidak umum itu yaitu waktu Jessica menyimpan paperbag diatas meja. ” Mengapa dia simpan di meja? Biasanya orang bakal menyimpan di samping. Jadi bila menyimpan di samping yaitu umum. Terutama kursi di sampingnya kosong, ” tuturnya seperti ditulis detikcom.

Umumnya, seorang yang menanti rekannya intens menghubungi rekannya. ” Terutama saat seorang telah pesan minum yang dimana rekannya belum datang. Tentu dia bakal menghubungi rekannya lantaran dia gelisah minumannya tak dapat di nikmati dengan baik, ” tutur Antonia.

Dari CCTV itu juga, kata Antonia, Jessica juga tampak tidak cemas waktu Mirna kejang-kejang selesai minum kopi vietnam. ” Sepanik apapun bakal tunjukkan usaha membantu, serta ini yg tidak terlihat (dari Jessica) di rekaman, ” katanya.

Dari rekaman itu, ia meneruskan, kepanikan malah diperlihatkan oleh rekan Mirna yang lain, Hani Juwita Boon.

Dalam kondisi genting, menurutnya, orang bakal condong lakukan usaha membantu sedapatnya. Terlebih yang alami musibah itu rekannya. ” Sepanik apapun, setidak berdaya apapun, bakal ada gesture untuk menolong, cemas, bergerak dengan cara sigap, kepanikan, serta bukanlah reaksi tak membantu, ” kata Antonia seperti ditulis Kompas. com.

Ia mencontohkan sebagian beberapa hal kecil yang bisa dikerjakan dalam membantu, seperti menghubungi rumah sakit, menghubungi sekuriti, atau bertanya ruangan unit kritis darurat saat hingga dirumah sakit.

Menurut Antonia, waktu dianya berhubungan lakukan observasi sepanjang enam jam sekian waktu lalu, dapat dimaksud Jessica sebagai sosok pribadi yang cerdas.

” Itu terlihat dari yang berkaitan merespons pertanyaan dengan cara tegas serta cepat menjawab apapun dengan cara gawat serta jawaban-jawabannya tenang, ” katanya.

Mirna wafat pada Rabu (6/1/2016) sesudah minum es kopi vietnam yang dipesan Jessica di Kafe Olivier, Grand Indonesia. Es kopi itu di ketahui memiliki kandungan sianida. Jaksa Penuntut Umum mendakwa Jessica dengan tuduhan lakukan pembunuhan merencanakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *