Kemerdekaan vs Keamanan

Berubah! Mas dulu potongannya rapi sekarang nyeni, potong pendek pake guratan talang air. Wuaaah sekarang gondrong. Lho kok berubah lagi? Gondrong brewokan? Walah cukur gundul sekarang Mas! Wuiladalah sekarang brewokan plus kumisan. Buuuik, brubah lagi jadi gundul plontos. Wahaha samping kiri ada 3 goresan. Itu sebenarnya ingin dibentuk sayap ala Gundala! Namun tukang cukur nya nggak pede, jadinya begitu, garis berundak.

Yang jelas, banyak yang komentar atas penampilan saya. Jangankan teman, istri saya sok kaget pas tengah malam. Dikira tidur sama tuyul! Hadeeeh. Resiko!

Ada yang bilang saya manusia yang tidak konsisten, selalu berubah. Bahkan istri saya akan selalu siapkan hatinya untuk terima kenyataan dan kadang selalu bertanya-tanya dalam hati, model apa lagi yang akan dilakoni suami saya hahaha.

Kenapa saya selalu berubah tampilan? Jawaban saya selalu begini: Hidup ini cuma sekali. Bosen klo tampilannya itu-itu saja. Ketika saya bilang bosan, berarti ada kenikmatan tersendiri setelah berubah. Ya! Saya melihat tampilan yang berbeda! Sisi lain yang bisa dianalisa dan bisa dinikmati.

Kemudian dilain waktu ketika teman tanya, saya bilang: Ya untuk hiburan saja. Muka sih itu itu saja. Bosan juga. Biar beda, ya dengan otak atik segala rambut yang ada di kepala hahaha. Ya! Hiburan!

Ada yang bilang: Wuigh over pede dengan selalu berubah-ubah. Mungkin ini latihan saya ya, untuk bisa percaya diri terhadap segala macam komentar atas perubahan ini #cie :p

Dalam hati saya berkata : Ini adalah kemerdekaan. Saya tidak cari keamanan. Dimanakah tempat paling aman di dunia ini? adalah di? …. Dipenjara! Ya, maximum security adanya di sana to? Penghuni didalamnya dijaga syuper ketat. Sebenarnya enak sekali narapidana tuh 😀

Tampil gitu-gitu aja artinya lumrah. Rambut panjang dikit trus dipotong rapi. Ya begitulah seharusnya biar nggak kena marah di? Dimana? Didepan mertua, didepan teman-teman, didepan istri, didepan bos #halah … hahahaha. Biar aman ya cukur rapi. Habis perkara.

Namun sekali lagi, saya pilih cari kemerdekaan! Merdeka atas kehendak saya pribadi terhadap penampilan. Untuk menuju kemerdekaan, tentunya banyak yang harus diperjuangkan to? Tegar hadapi omongan dan komentar. Itulah esensinya, semangat untuk terus berjuang!

Saya pun terapkan hal ini di perusahaan saya, semangat untuk merdeka dan terus berjuang! Itu!

Anda mau dikenal sebagai apa?

Penduduk dunia 7 milyar. Pengguna internet dunia 3,6 milyar. Penduduk Indonesia 250 juta. Pengguna internet Indonesia tembus 88 juta-an orang. ‘Negara Facebook’ sudah berpenduduk 1,5 milyar user. Khusus Indonesia saja 72 juta user Facebook.

Belum lagi Instagram yang tembus 400 juta user seluruh dunia, menyalip twitter. Apa lagi coba? Pengguna Path? Penonton youtube? dan lain sebagainya yang kata para pebisnis senior, itu potensi! Pasar!

Era industrialisasi dan modernisasi, waktu manusia untuk bersantai sangat sedikit. Waktu manusia untuk silaturahmi bertatap muka sangat beda dengan 20 tahun silam. Untuk antisipasi menyempitnya waktu, silaturahmi jaman sekarang cukup lewat grup WA, grup FB dan media sosial lainnya.

Ada pula acara silaturahmi yang bentuknya terbungkus dengan kumpul-kumpul, makan-makan, tamasya, lancong, rame-rame, tidak lepas dari selfi-selfi, riuh ramai, foto-foto trus pulang. Apakah lantas beberapa waktu kemudian bakal sepi? Tidak!

Riuh silaturahmi pun masih berlanjut. Dimana? Ya di media sosial lah! Biasanya tempat yang cocok untuk sahut-sahutan adalah Facebook. Semua pada upload foto. Satu persatu kasih komentar, aduh aku tembem, kacamatanya bagus ya, ternyata dia cantik, aduh untung nggak gini gitu, bla bla bla. Rame berlanjut via media sosial!

Padahal ramai itu kita lakukan sambil tiduran di rumah! Ya apa ya?

Waktu hidup jika dibagi-bagi, secara menyeluruh habis untuk urusan industrialisasi, bisnis dan bekerja. Sisanya untuk urus keluarga dan ya sedikit sekali untuk bersosialisasi. Selebihnya apa? Interaksi sosial kita adalah via media sosial belaka!

Terlebih banyaknya manusia habiskan interaksi di media sosial, hal itu banyak dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan untuk gelar dagangannya alias ngiklan. Lihat newsfeed FB Anda, tiba-tiba nyelonong iklan hotel, iklan penerbangan, iklan catering, iklan liburan, dan iklan bisnis lainnya.

Padahal, Anda bisa juga manfaatin media sosial itu seperti mereka, secara gratis. Baik itu terapkan hard selling ataupun soft selling. Lihat pertemanan Anda, jejaring disekitar Anda, itu semua adalah potensi.

Tinggal sekarang Anda mau dikenal sebagai apa?

Apakah Anda mau dikenal sebagai pengawal rakyat dengan komentari kebijakan pemerintah (Jokowi)? Pembela Ahok? Pembela organisasi tertentu? dikenal suka sumpah serapah, penyebar konten negatif, atau pakar esek-esek?. Atau mungkin Anda mau dikenal sebagai programmer? dikenal sebagai ustad? dikenal sebagai motivator? dikenal sebagai dagang bunga? pecinta lingkungan? penggerak wirausaha?. Yang paling mudah adalah tuliskan secara singkat siapa Anda di bagian intro.

Jangan buang waktu Anda untuk update status atau berbagi (sharing) konten yang tidak bermutu. Seringlah memberi konten yang bertujuan edukasi atau berbagi yang mungkin sesuai dengan produk/bisnis Anda. Jika Anda berbisnis kuliner maka update lah status yang mayoritas berkaitan dengan kuliner. Sesekali sisipkan produk Anda (hard selling) dan sesekali saja selfie. Perlu diingat bahwa akun pribadi tidak boleh dibuat jualan oleh Facebook. Maka pintar-pintarlah belajar soft selling. Untuk hard selling sudah disediakan di Facebook fanspage.

Bangkitkan Tenaga Super? KECEPIT lah!

Selepas Pak Soeharto Presiden RI ke 2 lengser, kondisi perekonomian bangsa semakin memburuk. Semua serba mahal. Dollar menekan rupiah di level akut. Mahasiswa dan rakyat Indonesia bersuka cita presiden ke 2 itu lengser, namun disisi lain hidup para mahasiswa rata-rata menyedihkan secara ekonomi.

Adik saya waktunya kuliah di UPN Veteran Jogja. Fasilitas kuliah di Bali harus rela saya pindah tangankan ke adik. Motor Honda Grand dan tape compo Polytron Bazzoke. Sebagai gantinya, ditukar dengan radio transistor AM/FM merk National dimana radio ini sering dipinjam sahabat saya untuk mencuci baju. Tinggal dikalungkan ke leher dan lagu dangdut membakar semangat mencuci.

Episode berikutnya adalah kuliah harus rela jalan kaki dan naik bus/bemo kampus. Kadang nebeng sahabat naik motor. Kiriman datang tak menentu sehingga buku kuliah bagian belakang isinya nama dan angka. Dewi 400.000. Jika Dewi nagih maka muncul nama Budi 400ribu. Duaratus nya ke Dewi. Jika Budi nagih muncullah nama Reza 400rb. Duaratus nya ke Budi. Jika Dewi, Budi dan Reza nagih maka saya pasang muka memelas. Mampuslah saya! hahahaha.

Saya KECEPIT! Harus kerja! Tawaran itu datang sebagai operator warnet. Saya pun minta tolong Budi dan Reza untuk ajarin cara gunakan internet. Itupun bayar warnet nya ngutang ke mereka berdua. Bayar pakai janji. Jika gajian akan dilunasin hehehe. Dimasa sulit, jurus minta tolong dan bayar pakai janji adalah buah dari KECEPIT! Tapi saya meyakini sahabat saya itu mendapatkan pahala yang berlipat dan mendapatkan kesuksesan dimasa datang karena telah menolong sahabatnya untuk tetap bertahan hidup. Ahay! Begitupula sahabat-sahabat saya lainnya yang menolong kasih hutangan, kasih catatan kuliah, pinjami komputer, saya yakin mereka menuai hasilnya sekarang. Sukses! Amin.

Singkat cerita, dari warnet lah perjalanan hidup itu makin membara. Masuk kuliah lagi di “Universitas Google”, “Universitas Gramedia” hingga berjalanlah sampai sekarang, BOC Indonesia.

Maka tadi saya sampaikan pada sebuah seminar di sebuah kampus IT, cara agar keluar semangat membara dan keluar energi kreatif nya adalah dengan cara KECEPIT! Mau tahu caranya? Mulai besok, balikin laptop itu ke orang tua, balikin itu motor ke orang tua, balikin kulkas, TV, Rice cooker itu ke orang tua! Bila perlu bikin perjanjian untuk tidak lagi berkirim uang kepada kalian. 97% otak manusia akan mengembang kreatif dan tenaga meningkat jika KECEPIT!

Bisa?

Mau Bisnis? Awali dengan Online Dulu

Seorang teman yang masih bekerja di sebuah bank selalu mengagumi saya karena punya usaha sendiri. Setiap kali bertemu dalam beberapa kali peristiwa selalu awali dengan, “Wuah ini bos kita, mantab punya usaha sendiri. Aku sebenarnya ingin sekali wirausaha lho”. Ungkapan ini seringkali saya dengar dan kadangkala menjadi basi karena dia ternyata masih juga kerja di bank tersebut. Jadi, sampai kapan?

Pernah saya agak keras komentari keinginan teman saya tersebut. “Bro, kalau aku punya dana 5 miliar dan ingin investasikan ke kamu, maumu bisnis apa?”. Teman saya jawabnya normatif, “Ya bisnis yang sesuai dengan hobiku lah bro, sesuai dengan keinginanku agar bisa terus menerus semangat”. Dengan nada agak tinggi saya tanya, “Iya apa bisnisnya? Bentuk produk mu apa?”. Sambil tersipu malu teman saya bilang, “Ntar aku pikir dulu ya, sambil jalan lah”. Langsung saya damprat, berarti keinginamu selama ini mengambang, khayalan saja tanpa aksi sama sekali. Itu artinya tidak punya keinginan! Masih jauh untuk berbisnis. Basa basi doang! Kata saya hehehe.

Orang kalau siap berbisnis itu sudah siap dan tahu produk nya. Sudah punya oret-oretan hal yang akan dilakukan. Bahkan yang paling siap adalah punya rencana bisnis alias business plan. Didalamnya ada rencana dan strategi marketing, anggaran belanja usaha, action plan dan proyeksi keuangan serta lain sebagainya.

Saya pertegas lagi kepada sahabat itu bahwa jika mau untuk berbisnis, tidak harus sesuai hobi. Tidak harus sesuai keinginan. Pebisnis sejati itu selalu semangat dengan apa yang dia kerjakan. Apapun itu produknya. Goalnya bukan pada profit nya namun pada proses dan manfaat usaha yang terjadi nantinya. Tentukan dulu visi dan misi hidupmu dan bisnismu. Dapat duit, profit itu bonus belaka! Yang paling penting adalah hatimu bahagia walaupun hanya dapat profit seribu perak! Itu saya lho ya. Mungkin beda dengan pebisnis lainnya yang tolok ukur nya adalah profit.

Kalau kamu mau bisnis, mulai sekarang harus rela menambah waktu kerja. Bilang sama istrimu agar siap hadapi rencanamu. Bahkan sabtu dan minggu pun kamu harus rela mengurangi waktu dengan anak dan istri. Mengurangi lho ya, bukan meniadakan. Tetap kasih porsi waktu untuk anak dan istri namun tidak sebanyak dulu. Tunggu dulu, memangnya selama kerja di bank ada waktu untuk anak dan istri? Bukannya kamu sering pulang larut malam? Hahahaha. Sabtu dan Minggu kalau ada tamu dari pusat, kamu harus menemani tamu itu kan?. Dia nyengir kayak kuda.

Ya udah, tentukan produk yang akan kamu jual. Yang paling laris biasanya adalah produk yang mampu selesaikan masalah orang. Cari aja sampai dapat. Gunakan online sebagai media distribusi produkmu. Manfaatkan dulu marketplace seperti tokopedia, bukalapak, olx, kaskus sebagai tempat jualan. Disela-sela itu belajar bikin website. Trus waktunya kapan? Ya harus nambah extra waktu di malam hari barang satu atau dua jam. Sabtu dan minggu gunakan untuk urus bisnismu. Menemui produsen, supplier atau berjejaring berkumpul dengan orang lain dalam banyak komunitas. Jangan lupa buat kartu nama. Kasih kartu nama bisnismu, jangan bank mu hahahaha.

Kemudian yang tidak kalah penting nya adalah atur strategi keuangan keluarga. Sebelum resign dari bank, nabunglah untuk keperluan 6 bulan. Pastikan setelah resign, selama 6 bulan kedepan, kebutuhan operasional rumah tangga terpenuhi. Pokoknya urusan SPP anak beres, urusan dapur beres, urusan PLN air dan telpon beres. Kemudian nabung untuk ongkos operasional usaha juga. Jika tidak PD 6 bulan ya 1 tahun lah. Biar tidak ada pertengkaran dalam rumah tangga gara-gara resign.

Yang lebih bagus itu ketika resign sudah ada profit dari usahamu. Jadilah amphibi dulu yaitu orang yang hidup di 2 alam. Alam karyawan dan alam wirausaha. Berpijaklah di dua kaki. Harus mampu. Bila perlu minta bantuan istri untuk urus bisnis di siang – sore hari. Sisanya adalah dirimu.

Oke? Selamat berwirausaha!

3 Komponen Adanya Website

Website adalah hal wajib di dunia online. Website adalah alat marketing yang berisi informasi profil perusahaan ataupun deskripsi produk-produknya. Selama ini kita terbiasa melihat website apa adanya tanpa mikir apa sih komponen nya? Hal-hal apa saja yang perlu di penuhi untuk membuat website?

Komponen pertama! Adalah domain name. Itu lho nama yang diketikkan di browser untuk membuka sebuah website. Misal facebook.com, yahoo.com, google.com itu adalah nama website atau istilah teknisnya adalah domain name. Bagaimana dengan nama lain? Iya Anda bisa memiliki sendiri nama yang sesuai dengan nama usahanya. Ada ekstensi atau akhiran internasional dan ekstensi Indonesia. Contoh ekstensi internasional seperti dot com, net, org, dll yang syarat mendapatkannya hanya butuh uang saja. Untuk ekstensi Indonesia ada co.id, sch.id, web.id yang syarat mendapatkannya harus gunakan persyaratan khusus semisal co.id harus gunakan SIUP atau TDP. Pembiyaan domain name adalah tahunan. Minimal satu tahun. Kalau masa penggunaannya berakhir ditahun depan maka bisa diperpanjang. Intinya Anda bisa memiliki domain name asalkan membayar. Itu saja.

Komponen kedua! Adalah web hosting sebagai tempat menyimpan data teks, audio, video, database, email dan file-file website lainnya. Ujud teknis web hosting adalah sebuah komputer server yang online 24 jam dan tidak boleh mati. Kalaupun harus mati itu pun untuk keperluan restart saja, tidak boleh berlama-lama. Jadi web hosting ini adalah media penyimpanan apapun file nya. Bahkan email pun harus menggunakan web hosting sebagai media penyimpanannya. Untuk membuat website, Anda harus membeli web hosting ini. Biasanya perusahaan penyedia web hosting menjualnya dalam paket-paket hosting, mulai dari 200 Mb, 500 Mb sampai puluhan hingga ratusan giga. Semakin besar kapasitasnya maka semakin mahal sewa nya. Pembiayaannya bisa bulanan, triwulan, tahunan atau sesuai peraturan penyedianya.

Komponen ketiga! Adalah program dan desain website. Komponen inilah yang menjadikan website terlihat cantik ada gambar nya, teks, video dan fasilitas lain seperti komentar, buku tamu, testimonial dll. Anda harus membuat desain website ini dan diupload ke web hosting (komponen kedua) supaya terlihat sebagai website. Anda bisa mendesign menggunakan software Adobe Dreamweaver dan Adobe Photoshop. Bisa juga software lain namun produk Adobe itulah yang popular.

Ada yang langsung pesimis dengan bilang, “Duh saya tidak bisa buat website, tidak menguasai software pembuat website”. Jaman sekarang sudah serba cepat. Tanpa harus jadi designer ataupun programmer, Anda bisa install program website langsung jadi. Caranya didalam control panel web hosting (komponen kedua), ada program website instan (Content Management System aka CMS) bernama WordPress, Joomla, Drupal dll yang bisa Anda gunakan untuk buat website. Buku-buku panduannya banyak di toko buku. Kemudian banyak template/desain website yang siap ditempel di CMS tersebut. Masih bingung juga? Datangi deh perusahaan penyedia komponen pertama dan kedua itu. Niscaya mereka akan ajarin! Selamat eksyen!